Wednesday, 22 September 2021

Bahaya Kecanduan Gadget

eiring perkembangan teknologi, gadget saat ini pun sudah berkembang menjadi semakin canggih. Kamu dapat melakukan banyak hal dengan hanya melalui satu alat elektronik yang kecil ini. Karena itu, hampir semua orang, terutama anak milenial selalu membawa gadget dimanapun dan kemana pun mereka pergi. Coba perhatikan, apakah kamu termasuk salah satu anak zaman sekarang yang kecanduan gadget? Hati-hati, ini dampaknya bagi kesehatan.

Gadget memang menjadi sarana yang sangat membantu dan memudahkan kita untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Banyak hal yang bisa dilakukan melalui gadget, mulai dari membaca buku, menonton film, browsing, melakukan transaksi keuangan, memesan makanan, bermain, dan masih banyak lagi. Karena itu, hampir semua orang tidak bisa menjalani kegiatannya satu haripun tanpa ada gadget di dekatnya. Sindrom kecanduan gadget ini dinamakan nomofobia yang berasal dari istilah “no-mobile-phone-phobia”. Sebenarnya sindrom ini menyerang banyak orang dari berbagai kalangan dan usia. Namun, golongan yang paling banyak terkena sindrom nomofobia ini adalah anak-anak milenial yang sangat suka dan selalu ingin update dengan hal-hal terbaru.

Gejala Kecanduan Gadget

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terkena sindrom nomofobia alias kecanduan gadget. Tingkat kecanduan orang pun berbeda-beda. Mulai dari kondisi yang ringan, hingga yang cukup parah. Berikut ini beberapa tanda dari kecanduan gadget yang perlu diperhatikan:

  • Saat kamu kecanduan gadget, kamu akan langsung mencari gadget saat membuka mata di pagi hari.
  • Kamu tidak bisa melewati hari tanpa menggunakan gadget.
  • Kamu akan merasa cemas yang luar biasa jika baterai smartphone sudah sangat rendah atau bahkan mati.
  • Kamu selalu ingin mengecek gadget-mu tiap 5 menit sekali.
  • Kamu selalu menggenggam gadget-mu ketika melakukan aktivitas apapun, entah itu sedang makan, berjalan, bahkan ke toilet.

Jika minimal 3 dari 5 poin di atas tepat menggambarkan keadaanmu saat ini, maka kamu sudah terkena sindrom nomofobia.

Dampak Kecanduan Gadget

Jangan menyepelekan sindrom kecanduan gadget ini, karena kebiasaan ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan:

1. Gangguan Mata

Mata yang terlalu sering digunakan untuk menatap layar gadget akan menjadi kering dan timbul rasa panas. Jika kecanduan gadget ini dibiarkan terlalu lama, maka mata bisa lelah, terasa tidak nyaman, merah, dan timbul gangguan penglihatan, seperti penglihatan menjadi kabur, minus mata bertambah, dan lain-lain.

2. Mengganggu Pola Tidur

Salah satu ciri anak yang kecanduan gadget adalah tidak bisa berhenti bermain gadget, bahkan sampai larut malam. Bermain gadget memang bisa menimbulkan ketagihan yang akan membuatmu susah untuk berhenti. Akhirnya jam tidurmu akan terganggu, bahkan jika dibiarkan terlalu lama, kamu bisa mengidap insomnia. Jika waktu tidur yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi, maka berbagai penyakit dan gangguan kesehatan mudah menyerangmu.

3. Postur Tubuh Jadi Bungkuk

Anak yang kecanduan gadget tanpa sadar sering menundukkan leher untuk melihat gadget-nya. Ketika leher condong ke depan dan menunduk saat asyik bermain gadget, beban leher dan tulang belakang jadi bertambah besar karena harus menopang beban kepala, sehingga bisa menyebabkan leher dan punggungmu terasa nyeri. Jika dibiarkan terlalu lama, maka akan berdampak pada postur tubuhmu yang jadi bungkuk.

4. Mengganggu Studi

Oleh karena tidak bisa berhenti bermain gadget, kegiatan belajar anak yang memiliki sindrom nomofobia ini pun biasanya akan terganggu. Hampir sebagian besar waktunya digunakan untuk bermain gadget dan ia sulit untuk berkonsentrasi saat belajar di sekolah, sehingga akhirnya prestasi di sekolah pun jadi menurun.  

5.Obesitas

Terlalu sering bermain gadget membuat seseorang kurang melakukan aktivitas fisik. Hal ini sangat terkait dengan kondisi obesitas. 

6. Kurang Bersosialisasi

Pernah mendengar ungkapan “gadget mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat”? Nyatanya, kecanduan gadget menyebabkan anak milenial hanya ingin berkomunikasi melalui aplikasi chatting yang ada di gadget saja dan enggan bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Akibatnya, hubungan pertemanan bahkan keluarga pun jadi merenggang karena gadget

Sunday, 2 May 2021

Xiaomi MI 11 Ultra si Raja DXOMARK

 

Xiaomi resmimeluncurkan flagship terbarunya Xiaomi Mi 11 Ultra dengan tiga kamera belakang yang mencakup kamera utama 50 MP, kamera ultrawide 48 MP, dan kamera telefoto 48 MP berlensa periskop dengan tingkat zoom optis 5x.


Kemampuan kamera itu membuat Xiaomi Mi 11 Ultra mampu memuncaki ranking kamera smartphone dari situs DxOMark.


Xiaomi Mi 11 Ultra mampu menghasilkan skor keseluruhan sebesar 143 poin sehingga melengserkan jawara sebelumnya, Huawei Mate 40 Pro Plus, dengan selisih nilai 7 poin.


Rincian penilaiannya adalah 148 poin untuk skor foto, 100 poin untuk skor zoom, dan 117 poin untuk video.


Skor DxOMark Xiaomi Mi 11 Ultra juga lebih tinggi dibandingan flagship lain seperti Samsung Galaxy S21 Ultra yang mencetak 121 poin, dan iPhone 12 Pro Max dengan skor total sebesar 130 poin.



Hal tersebut mungkin wajar saja karena kamera Mi 11 Ultra


menggunakan sensor-sensor gambar mumpuni.


Kamera utamanya mengandalkan sensor ISOCELL GN2 yang memiliki ukuran fisik 1/1,12 inci dan baru saja diperkenalkan oleh Samsung seperti dikutip SlashGear.


Kemudian, dua kamera telefoto dan ultra wide di MI 11 Ultra didukung oleh sensor Sony IMX586 yang sebelumnya pernah hadir di ponsel Samsung Galaxy S20 Ultra. Di kamera ultrawide, sensor tersebut dipasangkan dengan lensa lebar berbidang pandang seluas 128 derajat.


Sementara, di kamera telefoto, padanannya adalah lensa periskop dengan jangkauan zoom optis 5x. DxOMark mengatakan pengujian kamera Xiaomi Mi 11 Ultra sudah selesai dilakukan.

Bahaya Kecanduan Gadget

eiring perkembangan teknologi,   gadget   saat ini pun sudah berkembang menjadi semakin canggih. Kamu dapat melakukan banyak hal dengan hany...